Articles
Bahagia di Rumah Pasti Bahagia di Kantor
Submitted by admin_ap on Thu, 02/16/2012 - 10:19TEMPO.CO, London - Para pecandu kerja yang beralasan bahwa mereka bekerja untuk memperbaiki kehidupan rumah tangganya yang tidak bahagia dikatakan sedang menipu diri mereka sendiri. Demikian diungkapkan sebuah penelitian.
Pernik di Majalah SWA edisi 27 19 Desember 2011 - 4 Januari 2012
Submitted by admin_ap on Wed, 12/21/2011 - 14:51
Ingin Hidup Bugar 24 Jam?
Submitted by admin_ap on Fri, 09/30/2011 - 20:02Hidup di jaman sekarang memang serba cepat. Slogannya adalah faster, cheaper, better. Setiap orang melakukan berbagai kesibukan setiap hari. Kita bahkan melakukan berbagai pekerjaan sekaligus, dan semuanya kita lakukan dengan tergesa-gesa.
Pengalaman: Solusi atau Bumerang?
Submitted by admin_ap on Fri, 09/30/2011 - 19:54Sambil menikmati makan malam, seorang anak berusia 14 tahun bercerita pada ayahnya mengenai kegiatannya di sekolah. Ia mengatakan bahwa ia diminta untuk mengajar di kelasnya besok pagi. Sang ayah yang sangat berpengalaman dalam latihan militer melihat ini sebagai kesempatan yang sangat baik untuk menularkan ilmunya.
“Begini caranya,” katanya bersemangat. “Pertama-tama tentukan dulu sasaran yang terdiri dari tindakan, keadaan dan tingkat pelaksanaan. Putuskan tindakan macam apa yang kamu ingin mereka lakukan. Kemudian, dalam keadaan apa tindakan tersebut harus dilaksanakan. Dan akhirnya, sebaik apa mereka harus melaksanakannya. Ingat, seluruh pendidikan harus diarahkan pada pelaksanaan. Sekali lagi, pelaksanaan!”
Dimana Masalahnya, Disitu Solusinya
Submitted by admin_ap on Fri, 09/30/2011 - 19:51Sudah dua jam Nasrudin berdiri di pinggir jalan. Ia berjalan mondar-mandir seperti sedang mencari sesuatu. Seorang lelaki yang kebetulan lewat menjadi penasaran dan bertanya kepadanya, “Apa yang sedang kamu lakukan disini?” “Saya sedang mencari cincin saya yang hilang,” jawab Nasrudin. Mendengar jawaban ini lelaki tadi bertambah heran. “Dimana kamu menghilangkan cincin itu?” “Di dalam gudang,” kata Nasrudin sekenanya. “Lantas kenapa mencarinya disini?” tanya lelaki tadi. Mendengar hal itu Nasrudin menjawab, “Gudang saya gelap, jadi sulit menemukannya. Tapi di jalanan ini terang sekali.”




